Mancing Di Pinggir Laut Tanjung Pasir

Sabtu menjadi hari kami untuk bersantai sambil memancing di pinggir laut. Udaranya yang sejuk membuat paru-paru memasuki rongga hidung terasa lebih segar. Maklum saja suasana masih menunjukkan pukul 06.00 pagi. Jadi, panas mentari yang biasanya menyengat belum muncul.

Tanjung pasir menjadi target memancing kali ini, karena menurut kabar dari beberapa teman bahwa lokasi yang akan kita kunjungi kali ini sedang musim ikan Baronang. Ikan yang berbentuk pipih dan memiliki duri di punggungnya tersebut sangat mudah untuk di pancing.


Beberapa piranti pancing ringan pun sudah kami persiapkan dari rumah. Karena untuk memancing ikan ini lebih enak menggunakan pancing tegek. Pancing tegek adalah joran pancing yang bisa di buat memanjang atau memendek sesuai dengan kebutuhan dan lokasi memancing. Dan tentunya joran laut pun kami persiapkan untuk berjaga-jaga dari tarikan ikan besar.

Pukul 06.30 kami pun memulai aktifitas mancing sambil menikmati secangkir kopi panas yang sudah kami persiapkan dari rumah. Ketimbang beli di warung yang harganya terkadang tidak menentu, bisa murah dan bisa mahal. Lebih baik kami membawa termos dari rumah, agar bisa menyeduh kopi berkali-kali.

Umpan kita kali ini menggunakan dua jenis yaitu lumut laut dan udang. Karena ikan tersebut sangat menyukai kedua umpan favoritnya. Selain itu umpan cacing dan daging kepiting juga bisa digunakan untuk memancing ikan yang satu ini. Karena kami tidak mau terlalu ribet, akhirnya cukup 2 umpan saja sebagai moment mancing kali ini.

Tidak perlu menunggu lama umpan kami pun disambar ikan, Kami kira yang menyambar adalah ikan baronang, tapi ternyata yang naik keatas adalah ikan samge. Untuk strike pertama ini terpaksa kami simpan dulu sebagai penglaris, siapa tahu sambaran berikutnya adalah ikan yang kami maksud.

Strike kedua pun begitu menegangkan dan tali pancing kami yang terbatas di bawa ke kanan dan kekiri, kami sangat yakin ikan Baronang akan naik, ehh.. ternyata ikan yang kedua naik adalah ikan sumbilang. Ikan sumbilang adalah ikan laut yang bentuknya mirip dengan lele. ikan kedua pun kami amankan kedalam korang.

Masih belum menyerah, kami pun terus mencoba sampai ikan yang kami maksud bisa lepas landas kedalam korang kami. Benar saja setelah menunggu beberapa lama ikan baronang pun akhirnya bisa kami taklukan dan menjadi penghuni korang kami he..he..

Dan yang berikutnya ikut naik adalah ikan kerapu, wah sepertinya memancing kali ini membawa hoky. Sensasi tarikan kerapu yang membuat para pancinger ingin menarik ikan ini berkali-kali.

Coffee Break

By the way, rehat sejenak kami lakukan setelah menarik ikan berkali-kali. Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00, itu tandanya kita harus segera mengisi tenaga sebelum tubuh kita menjadi lemas. Karena mancing dilaut itu sangat berbeda dengan memancing di danau maupun sungai. Mancing dilaut kondisi tubuh kita harus sehat, karena jika kurang sehat maka bukan tidak mungkin kita akan jatuh sakit setelah pulang memancing. Terlebih lagi mancing di laut susah di prediksi, angin yang berhembus kencang dan hujan yang terkadang datang secara tiba-tiba.


Saran saya, usahakan perbekalan makanan yang cukup untuk mencegah agar tubuh tidak kehilangan tenaga. Dan yang tidak boleh tertinggal adalah beberapa obat-obatan untuk mencegah masuk angin maupun mabuk terkena angin laut.

Aroma kopi pun mulai menembus rongga-rongga hidung saat kita sedang melakukan rehat sejenak. Cuaca yang begitu panas menyengat membuat ketahanan tubuh mulai melemah. Sudah saatnya kita makan. Perbekalan pun di bongkar, dan kita pun melakukan aktifitas makan secara bersama-sama.

Waktu sudah menunjukkan pukul 14.00, posisi matahari sudah sedikit condong kebarat. Aktifitas mancing pun kami teruskan setelah rehat beberapa jam untuk memulihkan stamina agar kembali bugar. Karena memancing di laut itu jangan terlalu dibuat tegang karena kesehatan itu lebih penting.

Dan satu hal penting yang tidak boleh dilupakan bahwa aktifitas mancing itu bertujuan agar kita menjadi rileks, bisa lebih santai dan nyaman. Maka dengan begitu pikiran dan tubuh kita akan lebih sehat.

Melanjutkan mancing strike ikan sumbilang pun tak bisa terelakkan, tarikannya yang begitu cepat dan keras membuat Roni menarik dengan spontan hingga senar pancing putus dan ikan berhasil melarikan diri. Mungkin belum rezeki, kata Irvan menenangkan Roni yang sedikit kecewa karena gagal membawa ikan landas ke atas.

Dalam dunia permancingan itu hal yang biasa, kadang berhasil menarik bahkan sebaliknya. Well, semuanya serba kemungkinan, begitu pun dalam mencapai suatu impian. Yang terpenting kita jangan menyerah dan terus berusaha semaksimal mungkin.

Buat para pancinger semua selamat memancing, semoga kisah singkat ini bisa bermanfaat dan bisa menjadi bahan tambahan dalam memancing nanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Umpan Jitu Ikan Lele

Suka Duka Mancing Di Bagan

Peluang Bisnis Udang Galah