Suka Duka Mancing Di Bagan

Memancing ikan memang memiliki banyak sekali momen yang bisa kita dapatkan. Baik itu saat bahagia yaitu saat reel pancing kita menjerit karena ditarik ikan besar, maupun saat duka, yaitu saat pancingan kita terbujur kaku tak bergerak seperti patung.

Ada kalanya memancing itu menyenangkan dan ada kalanya memancing itu menyebalkan. Semua tergantung kondisi pikiran dan lokasi memancing yang kita gunakan saat itu. Bagi Anda yang seorang pemancing tentu paham maksud saya.


By the way, saya pernah punya pengalaman saat memancing di Bagan kala itu. Kami berdua tiba di atas Bagan pada pukul jam 8.30 malam. Semua peralatan memancing sudah siap kami pasang di tiap pinggir Bagan. Tak berapa lama ikan pun menarik pancing kami silih berganti sampai kami kewalahan.

Apakah ini yang dinamakan hoki ya, bisik saya dalam hati. Karena ini termasuk sebuah keajaiban bisa menarik ikan sampai kami kewalahan. Setiap kami melempar umpan ke laut, ikan langsung menyambar umpan kami. Maka dengan terpaksa joran yang kami bawa berjumlah 6 kami istirahatkan.

Sedangkan kami hanya memainkan 1 joran saja. Momentum seperti ini jarang terjadi, saya hanya berpikir positif bahwa, mungkin saja malam ini malam keberuntungan kami. Berbagai macam jenis ikan berhasil kami selamatkan ke atas Bagan he..he..

Mulai dari ikan kapas-kapas, sumbilang, kuro, ikan sebelah, ekor kuning dan masih banyak lagi. Pokoknya kami sampai lupa waktu sudah menunjukkan pukul 01.30 pagi. Dan anehnya setelah itu ikan pun tidak memakan umpan kami lagi.


Hawa dingin pun mulai merambat dan secara perlahan angin pun mulai berjalan menerpa wajah-wajah kami yang sangat tampan dan berkilau di malam hari. Dan secara tiba-tiba, terdengar suara Guntur menggelar..!

Kami berdua pun mulai panik, dalam hati berbisik sepertinya mau ada badai yang akan menerjang. Maka dengan sigap, kami pun memakai jas hujan dan merapatkan semua celah tenda Bagan yang terlihat banyak yang bolong. Kami kuatkan setiap ikatan terpal tenda Bagan jangan sampai terbawa angin kencang.


Tak beberapa lama, angin kencang pun datang disertai Sambaran halilintar yang menggelegar. Kami berdua pun masuk kedalam tenda karena takut tersambar oleh halilintar tersebut. Jika tidak salah, hujan deras mengguyur Bagan kami pukul 02.00 pagi.

Saat seperti itu kami pun hanya bisa berdoa dan pasrah atas segala yang terjadi. Gelombang pasang pun datang menerpa tenda kami. Untung saja air laut tersebut tidak sampai naik keatas Bagan. Rasa takut terus menyelimuti kami berdua.

Pukul 04.00 pagi hujan badai pun mulai reda, akan tetapi kondisi angin masih cukup kencang yang menyebabkan riak air laut masih terlihat kencang. Akhirnya kami pun bisa bernafas lega. Karena kondisi sudah bisa dikendalikan, kami pun bisa menyeduh kopi agar badan kami tetap hangat.

Lambat laun sang fajar mulai terlihat, kami pun dengan segera mempersiapkan joran pancing kami menunggu serangan fajar. Biasanya ikan-ikan akan makan dengan ganas saat fajar tiba. Antara pukul 04.30 sampai 06.00 pagi adalah waktu terbaik untuk memancing saat serangan fajar.

Itulah beberapa pengalaman suka duka kami saat memancing di Bagan. Saran saya selalu membawa jas hujan sebagai antisipasi saat Anda berhadapan dengan cuaca buruk seperti hujan angin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mancing Di Pinggir Laut Tanjung Pasir

Umpan Mancing Patin Danau